Rabu, 07 Desember 2005

Susah konsentrasi dan belum bisa bicara, bagaimana pemecahannya ?

Yth Mamanya Nadira,Farel
Menurut saya tampaknya Farel masih dalam batas normal. Hanya stimulasinya yang harus ditingkatkan. Oh ya, Kids Sport saat ini bahasanya bahasa Inggris atau Indonesia. Semoga bahasa Indonesia. Bila mau menstimulasi anak, coba waktu mau tidur beberapa saat diajak / ditanya mana hidung, kuping dll. Kalau dia mau coba diubah dengan kata ini apa......ku........ping. dan seterusnya

Semoga bermanfaat,
dr Irawan M

Dokter, mau ikutan tanya nih. Anak saya,laki-laki, bulan desember ini masuk usia 1 tahun 7 bulan. Sangat-sangat aktif dan mulai usia 10 bulan sudah jalan dan saat ini rasanya hampir seluruh giginya sudah tumbuh. Yang menjadi pikiran saya adalah, mengapa sampai saat ini kosa katanya belum banyak. Baru bisa mengucapkan mama,papa,kakak (tiga kata ini sangat jelas diucapkan), yang lain baru bisa suku kata terakhir (dan inipun terbatas sekali: 3-5 kata). Kontak sosial, menurut saya juga normal. Sudah ikutan kelas di Kids Sport sejak usia 7 bulan, dan bisa mengikuti seluruh aktivitas di kelas. Kalau dipanggil dan disuruh-suruh (mis. Ambil bola,big hug,cium tangan dll) juga bisa. Apakah hal tersebut normal atau saya sudah harus pergi ke klinik tumbuh kembang. DSA nya bilang masih normal saja. Stimulasi terus dilakukan dengan cara bermain bersama kakak dan teman2nya, dibacakan buku, diajak bicara, jalan2 dilingkungan rumah sambil diceritakan benda apa saja yang ditemui dll. Dan terlihat sekali dia mengerti karena kalau melihat benda yang sama dia pasti menunjuk2 sampai kita menerangkan benda tersebut.

Demikian, mohon masukkan, dan terima kasih.

Mamanya Nadira dan Farrel

-----Original Message-----
From: On Behalf Of irawanma@cbn.net.id
Susah konsentrasi dan belum bisa bicara.


Yth Papanya Jojo,
Maaf berdasarkan cerita anda, pendapat saya sedikit berbeda dengan Team
Di RS Sanglah. Menurut saya anak anda masih termasuk spektrum anak autisme yang tidak dapat diklasifikasi (PDDNOS), walaupun kadarnya lebih ringan.

Autisme mempunyai gejala: terlambat bicara, kontak sosial terganggu (dipanggil orangtua tidak menengok langsung, jarang bermain dengan anak seusianya) dan adanya perilaku aneh yang sering diulang-ulang (putar-putar > roda, cium-cium benda, loncat-loncat sendiri, memukul kepala). Tampaknya anak anda mempunyai 2 tipe gejala di atas, tanpa gejala perilaku yang diulang-ulang.

Terapi yang perlu di berikan adalah Terapi Sensori
Integrasi berupa terapi bermain, terapi bicara belum dapat diberikan bila konsentrasi anak dan kontak sosialnya sangat terganggu. Obat-obatan biasanya diberikan bila anak sering menyakiti dirinya, memukul orang, merusak barang, atau kontak sosialnya buruk sekali dan anak terlalu hiperaktif.

Semoga bermanfaat,

dr Irawan Mangunatmadja, SpA(K)
Divisi Neurologi - Departemen Ilmu Kesehatan Anak
FKUI-RSCM

Dear Dokter,

Anakku Jojo hampir 3 th. Pagi ini kami membawanya ke klinik tumbuh kembang anak (RSU Sanglah-Denpasar)untuk di-diagnosa, karena Jojo susah konsentrasi dan belum bisa bicara. Hanya bisa mengekor dan mengulang per kata saja, belum bisa merangkai 2 kata.

Kesimpulan team dokter, Jojo sehat, tidak autis, tidak ADHD. Jojo hanya memerlukan terapi bicara dan konsentrasi. Jojo juga diberikan vitamin otak untuk membantu konsentrasinya (Merzitrophil Syrup 1 X 1/2 sendok dan Aktoral Syrup 1x1 sendok) Apakah memang dibutuhkan bantuan obat2an untuk membantu konsentrasinya? Adakah efek samping obat2 tersebut? Saya takut menimbulkan akan menimbulkan ketergantungan. Mohon second opinion-nya, Dok. Terima kasih sebelumnya,

Papanya Jojo


Senin, 05 Desember 2005

Invaginasi di usus

Ibu,

Usus itu berbentuk seperti tabung silinder, nah kalau tabung
bagian belakang kelipat dan masuk ke usus itu sendiri sehingga
seperti kelipat kedalamnya biasanya dindingnya jadi dua lapis
dan membuat lubang ususnya menyempit dan sering tertutup dan
berdarah. Keadaan ini sangat berat dan untuk memperbaikinya
harus operasi segera, kalau tidak bisa ada bagian usus yang
membusuk sehingga mempersulit keadaan. Penyakit ini biasanya
berat, ditandai dengan buang air besar berlendir dan darah.
Begitulah kira2 gejalanya..

Salam
Alan

--- "Hani, Umi" <HANIUMI1@Mattel.com> wrote:

> Dok,
> Saya ingin bertanya, sebenarnya apa sih arti dari istilah
> kedokteran Invaginasi .....?
>
> Terima kasih atas jawabannya.
> Mama Roziq & Aini.



BATUK

Ibu,

Menurut pendapat saya, anak seusia 2 thn 8 bln mempunyai berat badan
sekitar 14 - 15 kg itu baik sekali, barangkali teman2nya obesitas ya?
Sebab secara normal umur anak itu sudah mencapai nilai normalnya untuk
anak Indonesia (coba lihat kartu menuju sehat / KMS untuk anak
Balita). Batuk malam dengan tidak ada kenaikan suhu badan mungkin
berhubungan reaksi hipersensitif terhadap cuaca akhir2 ini, sehingga
tidak perlu terlalu kuatir. Tentu saja untuk memastikan itu perlu
diperiksakan ke dokter. Apakah ada riwayat alergi atau asma pada
keluarga? Mungkin hal ini penting diperhitungkan juga..

Salam
Alan

--- In dika-ot@yahoogroups.com, "Sariningtyas Maharani" <ririn@b...>
wrote:
>
> To : Dr Alan
>
> Saya ingin minta pendapat dokter. Anak saya umur 2 thn 8 bulan BB
nya 14 - 15 kg apakah normal untuk seusianya krn teman temannya
beratnya sudah melebihi dia. Karena anak saya agak susah sekali untuk
makan dan minum susu, dan sering sekali muntah. Bila keselek atau
batuk sedikit pasti muntah. 1 bulan belakangan ini saya lihat anak
saya agak batuk terlebih malam, dan sampai muntah. Apakah berbahaya
batuk yg lama seprti ini dokter, krn sudah hampir 1 bulan lebih,
walaupun suhu badan tetap normal. Apakah saya perlu rontgen anak saya,
saya takutnya anak saya kena penyakit paru paru atau lainnya.
>
> Terima kasih saya tunggu saran dokter.
>
>
> Rgds
> Ririn
>

Invaginasi,apakah itu ?

He3x, no comment lah .. setidaknya ada promosi sedikit untuk
RSCM..Semoga sampai saat ini anak bapak baik2 saja..

Salam
Alan

--- ahmad haikal <ahaikal@uninet.net.id> wrote:

> Dear All,
>
> Putri saya saat 2 bulan juga divonis invaginasi dan harus > segera > dioperasi.> Bila tidak dioperasi, dokter yang seolah-olah jadi Tuhan itu > berkata :> "Usianya paling lama bertahan 12 jam saja". Dokter itu > spesialis anak di > rs.terkenal > Saya membawanya langsung ke UGD ciptomangunkusumo.> Oleh Dokter jaga yang masih lugu, polos dan belum lulus (lagi> praktek)> hanya dikatakan : "Bapak pulang saja...."
>
> Saya pulang dan Alhamdulillah putri saya sudah 3 tahun.> Bukan Invaginasi tapi ternyata Belum Buang Air Besar 2 hari !. > Ingin rasanya kembali dan mengoperasi dokter SPA itu, namun
> biarlah> Alloh memberi jalan kebaikan bagi nya dan bagi semua orang....
>
>
> Papanya AISYAH
>
>
> -----Original Message-----
> From: dika-ot@yahoogroups.com [mailto:dika-ot@yahoogroups.com]
> On Behalf
> Of Agus@deltajkt.co.id
> Sent: Monday, December 05, 2005 1:08 PM
> To: dika-ot@yahoogroups.com
> Subject: RE: Balasan: [DIKA-OT] Invaginasi
>
> Terima kasih banyak Pak Dokter Alan, untuk suggestion-nya.
>
> Saya akan bawa putri saya ke Gastroenterolog yang terdekat.
>
>
> Salam.
>
> Agus Darmono
>
> -----Original Message-----
> From: Alan R. Tumbelaka [mailto:alanrt@yahoo.com]
> Sent: 05 Desember 2005 12:51
> To: dika-ot@yahoogroups.com
> Subject: Balasan: [DIKA-OT] Invaginasi
>
> Pak Agus,
> Mungkin saja saat operasi dulu terjadi perlengketan di dalam > perut anak anda, dan sekarang disebabkan pembesaran rongga > perut > terjadi tarikan2 yang mengganggu. Tetapi mungkin juga itu > merupakan keadaan baru yang perlu diselidiki sebabnya.Untuk > mencari penyebabnya mungkin perlu berkonsultasi dengan dr Sp > Anak konsultan Gastroenterologi yang ada dibeberapa RS di > Jakarta / Surabaya.. Semoga bisa memberi arah yang tepat untuk
> masalah anda. Bila perlu silahkan kontak kembali ..
>
> Salam
> Alan
>
> --- Agus@deltajkt.co.id menulis:
>
> > Selamat pagi Pak Dokter.
> >
> >
> >
> > Putri saya, sewaktu berumur 7 bulan menjalani opersai > > invaginasi. Dan
> > berlangsung sukses.gt; >
> > > >
> > Sekarang putri saya berumur 8 tahun. Akhir-akhr ini dia > sering > > mengeluh
> > perut bagian bawahnya sakit, klau habis makan, apalagi agak > > kebanyakan.
> >
> > Apakah hal ini berkaitan dengan operasi yang telah > berlangsung > > 7 tahun lalu.
> > Atau ada sebab lainnya.
> >
> >
> >
> > Sekian dan terima kasih banyak, atas tanggapan pak Dokter.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Salam.
> >
> >
> >
> >
> >
> > Agus Darmono

>
> Dr. Alan R. Tumbelaka, Pediatrician
> alanrt@yahoo.com for web-base mail
> alan@cbn.net.id for personal mail
> alanrt@fk.ui.ac.id for institusional mail

Minggu, 04 Desember 2005

Perlu second opinion: Anakku menderita esophageal atresia

Anak kami, Johan Imanuel Kirdjo, menderita atresia esofagus (esophageal

atresia/EA), suatu kelainan bawaan di mana kerongkongan dan lambung tidak tersambung (terputus). Kelainan ini merupakan kasus yang jarang terjadi, di Amerika probabilitasnya sekitar 1 dari 4000 kelahiran.

Sampai saat ini tidak diketahui penyebab kelainan ini, hanya diperkirakan bahwa prosesnya terjadi pada minggu ke 4-8 masa kehamilan. Kasus yang dialami Johan adalah �pure esophageal atresia", yang merupakan 8% dari kasus total kasus esophageal atresia.

Kasus yang lebih umum adalah yang disertai dengan �fistula",
di mana salah satu segmen kerongkongan/lambung tersambung ke paru-paru.

Keadaan Johan diperumit dengan kelahirannya yang prematur (30 minggu, 1.45
kg) sehingga tidak bisa segera dilakukan operasi untuk menyambung kerongkongan dan lambungnya. Karena itu sehari setelah dia lahir dilakukan operasi untuk memasang tabung gastrostomy (g-tube) untuk memasukkan makanan dan dibuat lubang di leher bagian bawah untuk mengeluarkan ludah.

Hampir dua bulan Johan "dibesarkan" dalam inkubator (19 hari di NICU dan
sisanya di ruang bayi biasa). Tanggal 14 November kemarin, akhirnya kami diijinkan membawa Johan pulang, ketika berat badannya mencapai 2.5 kg. Dokter bedah anak menjadwalkan operasi besar setelah dia berumur 1 tahun.

Hampir dua minggu merawatnya di rumah, membuat kami semakin sadar betapa hidup tidaklah mudah buat Johan dan buat kami yang merawat dan menyaksikan penderitaannya. Mulutnya yang sampai sekarang tidak pernah kemasukan minuman menjadikan bibirnya kering. Dia kelihatan sangat gelisah ketika udara panas. Sementara kelebihan ludah yang kadang tidak bisa sepenuhnya dikeluar lewat lubang di lehernya, keluar lewat mulutnya. Memberi minum lewat g-tube punya kesulitan tersendiri. Kalau kami telat memberi minum, dia akan menangis meronta-ronta, membuat air susu sulit masuk ke lambungnya yang tegang.
Beberapa kali ini terjadi, ketika kami malam2 antara jam 1-3 kami karena kecapekan tidak terbangun oleh bunyi wecker (Johan diberi minum 3 jam sekali) . Kateter yang menjulur dari lambungnya juga secara tidak sengaja tertarik oleh tangan atau kakinya, yang tentu membuat dia menangis kesakitan. Belum lagi menjaga supaya infeksi tidak terjadi melalui lubang terbuka di leher yang hanya ditutup kasa.

Kemarin dokter mengijinkan mulut Johan dirangsang pakai empeng, supaya rongga mulutnya berkembang. Tapi sejauh ini Johan menolak, bahkan seperti mau muntah kalau diberi empeng. Sepertinya reflek menghisap seperti bayi lain menghisap susu ibu mulai hilang. Singkat kata, saya begitu kuatir membayangkan kehidupannya1 tahun ke depan ini.

Saya cari2 di internet (kebanyakan tentang kasus di Amerika). Umumnya operasi besar dilakukan sesegera mungkin (hitungan hari atau bulan) begitu keadaan memungkinkan (umumnya berat badan 1.7 kg ke atas) dan tidakada komplikasi kelainan lain. Saya dengar di Jerman juga demikian. Dokter kami tampaknya mau anaknya dalam keadaan kuat betul. Tetapi ini juga bukan tanpa resiko. Semakin bertambah besar si anak, maka kemungkinan gap lambung dan perut juga membesar. Belum lagi masalah kesulitan nanti melatih si anak makan dengan normal, karena dia makin tidak terbiasa makan dari mulut.

Saya menulis e-mail ini untuk mencari second opinion. Barang kali teman2 tahu atau kenal dokter yang pernah menangani kasus serupa. Mungkin di jakarta, surabaya atau singapur atau negara lain? Atau kenalorang tua yang anaknya menderita EA juga ?

Terima kasih banyak sebelumnya untuk setiap info. Juga mohon dukungan doa.

Salam kami,

Hesti dan Ageng

-----------------------------------------------
Hesti Wulandari
Dept. of Astronomy
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10
Bandung 40132
INDONESIA
Ph. +62-22-2509170
-----------------------------------------------

Selasa, 29 November 2005

Tangan dan Kaki Berkeringat

Yth Bpk/Ibu Dokter

Anak kami, perempuan 4.5 tahun, sejak lahir sudah mempunyai ciri berkeringat
cukup banyak apabila beraktifitas namun yang cukup banyak muncul di telapak
kaki dan tangan.

Dahulu waktu masih kecil pernah saya periksakan ke dokter namun jawabannya
adalah "tidak apa-apa dan tidak ada masalah".

Setelah dia semakin besar, saya melihat ciri khusus kalau dia dalam keadaan
stress seperti : menunggu di periksa dokter, maju ke depan kelas, maju di
depan publik, tajut akan sesuatu, ditakut takuti maka keringat yang keluar
dari tangan dan kakinya sangat banyak sekali.

Mohon advise, apa yang mesti saya lakukan.


Terima kasih


Rudy Firmanto


Senin, 28 November 2005

benjolan di penis anak

dokter,
saya mau nanya, anak saya 3 th 2 bl, kalo pipis (maaf) di batang pelirnya muncul benjolan sebesar biji merica. Kalo ditanya sih dia bilang tidak sakit.

Tapi saya serem ngeliatnya.
saya pernah bawa ke dokter specialis anak, tp karena kondisinya waktu itu tidak lagi pipis , jadi saya agak kesulitan menjelaskannya Kta dokternya sih kemungkinan itu karena dia belum sunat sehingga ada kalo pipis jadi tersumbat. Dan akan hilang kalo anak uda sunat.

Mohon second opinion dok. Saya khawatir, takutnya itu berbahaya. Terima Kasih.


Mama Kent.

dr Retha <nuretha@gmail.com> wrote:
Dear Pak Rudi,
atrofi testis

Langsung saya coba jawab pertanyaannya yaa...

1) Hidrokel yang dibiarkan, jika ia cukup besar mudah mengalami trauma, selain juga bisa menekan pembuluh darah yang menuju testis dengan akibat terjadi atrofi testis (pengecilan testis).

2) Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga 1 tahun dengan harapan lubang / defek yang ada menutup sendiri, tetapi bila lebih dari 1 th tetap ada / bertambah besar sebaiknya dilakukan koreksi. Jadi bila dilihat dari segi usia saja, maka sebaiknya koreksi tersebut sebaiknya dilakukan.


3) Selain operasi, ada yang disebut dengan aspirasi (penyedotan cairan), tetapi aspirasi cairan testis ini tidak dianjurkan karena angka kekambuhannya tinggi dan mudah terjadi infeksi.

4) untuk pertanyaan ini mungkin ada sejawat lain yang bisa membantu?

untuk pertanyaan 5&6) resiko pasca op maupun rekurensi (kekambuhan/munculnya benjolan kembali) tentu tergantung dari proses op-nya.


Semoga penjelasan ini bisa sedikit membantu...



salam,
-drRetha-

----- Original Message -----
From: Rudi karyanto
Sent: Tuesday, November 22, 2005 9:07 AM
Subject: [DIKA-OT] Hydrocele
hidrosel

Dear para Dokter

Anak saya berusia 2 thn 4 bulan, dari bayi mengalami pembengkakan pada (maaf) bijinya.saya sudah bawa ke dokter dan ternyata penyakit itu bernama hydrocele.awalnya saya pikir itu hernia tetapi bukan. Dan dokter bilang ini
harus dioperasi walaupun bisa kapan saja. Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. apakah akibat yang ada nantinya jika tidak dioperasi?
2. sampai umur berapakah batas aman untuk dioperasi ?
3. selain operasi adakah cara lain ?
4. apabila harus dioperasi, dimanakah rumah sakit dan doktyer bedah yg bagus
track recordnya untuk melakukan operasi ?
5.sebesar apakah resiko yang dihadapi si anak pasca operasi baik dalam
jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang nantinya ?
6.setelah operasi apakah akan timbul lagi pembengkakan pada bijinya itu ?

Saya mohon pencerahannya, dan sebelumnya terima kasih banyak.
regards
Rudi




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost