Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Cara Mengatasi Anak Bayi Menagis Dengan Mudah

Tips mudah mengatasi anak bayi menangis - Penting bagi bunda untuk memahami Arti - Penyebab tangisan pada bayi, Coba perhatikan, tangisan laparnya berbeda dengan tangisan karena popoknya basah. bila ibu sudah menguasi bahasa tangisannya, ibu akan memberikan respon yang tepat dan menenangkannya, sehingga sikecil merasa aman dan nyaman.

Penyebab bayi menangis

Mengapa Bayi Menangis?

Berikut 7 penyebab bayi/sikecil menangis :

Lapar 

Si kecil menjadi rewel dan jika ibu menggendongnya maka si kecil akan mencari-cari puting ibu.

Popok Basah

Tidak semua bayi akan menangis kalau popoknya basah. ada juga bayi menikmati popoknya yang basah dan tidak menangis ataupun rewel karenanya.

Kedinginan atau Kepanasan

Bayi baru lahir senang dibungkus dan mendapat kehangatan. Maka tak heran jika si kecil akan menangis ketika bunda terlalu lama membiarkannya dalam keadaan telanjang, Namun sebaiknya hindari membungkus si kecil dengan berlapi-lapis pakaian, karena kalu kepanasan bayi ibu juga akan rewel :)

Ingin Digendong

Bayi akan mersa senang dan aman ketika dipeluk, digendong, melihat wajah ibu/ayah, mendengar suara, dan mendengan suara detak jantung ayah dan bundanya, Setelah disusui, disendawakan atau diganti popoknya dan tidak ada salahnya jika ibu menggendongnya sebentar saja.

Merasa Bosan

Memang si kecil pencari perhatian yang ulung, tetapi ketika bunda memberikan perhatian yang terlalu berlebihan maka se kecilpun akan menangis.

Tidak Enak Badan

Sudah kenyang disusui, Popoknya juga baru diganti, tapi kenapa masih menangis?? Coba bunda periksa suhu tubuhnya, mungkin demam? Tangisan sakit berbeda sekali dengan tangisan karena lapar atau bosan, dan jika ibu sudah mengenali tangisan sakitnya segera bawa ke dokter.

Kolik

Terkadang Bayi anda rewel dan susah sekali ditenangkan, mungkin disebabkan kolik, dikatakan kolik jika si kecil teru-terusan menangis selama minimal 3 jam/hari dan kejadian ini berualang minimal 3kali/minggu. Pola tangisan ini tidak jelas penyebabnya, dan dijumpai pada bayi usia dibawah 3 bulan yang sehat dan cukup mendapatkan ASI.

Demikianlah Tips mudah dalam mengatasi anak bayi menangis, kali ini, dan semoga ini bisa bermanfaat bagi anda semua.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Sabtu, 16 Maret 2013

Cara2 Menenangkan Bayi yang Menangis

[imagetag]

Bayi baru lahir hanya memiliki tangisan sebagai bahasa sehari-hari. Kendati demikian, banyak orangtua tak tega melihat sang buah hati menangis. Berikut beberapa kiat menenangkan bayi yang menangis seperti yang dipublikasikan oleh Tabloid Nova.

1. Gendongan Kain

Dalam banyak kebudayaan, bayi menghabiskan banyak waktu terayun dalam gendongan kain di punggung atau dada ibu mereka. Jika meletakkan bayi kolik dalam gendongan kain atau carrier , bayi bisa meringkuk dan terbuai tidur oleh gerakan Anda. Gendongan kain juga dapat mengistirahatkan lengan Anda.

2. Beri Empeng

Bayi memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga empeng juga dapat menenangkan bayi yang kolik. Bonus: penelitian telah menemukan, empeng juga dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

3. Shhhh!

Membisikkan "sshhh.." langsung di telinga bayi kolik dapat menenangkannya. Kendati Anda perlu memulai dengan lembut dan tenang. Para ahli mengatakan jangan takut-takut melakukannya. Jika bayi menangis keras, lakukan "sshhh.." lebih keras sehingga bayi dapat mendengar Anda.

4. Posisi Berbeda

Jika menggendong bayi kolik dengan posisi wajah ke atas, ini tidak membantu penderitaannya. Cobalah posisi lain. Gendong bayi menghadap ke bawah dengan tangan di bawah perut dan kepala di lengan. Ini mungkin menenangkannya. Tekanan pada perutnya dapat membantu mengurangi gas dan rasa tidak nyaman.

5. Jalan-jalan

Bayi dalam rahim terbiasa dibawa bergerak. Meniru hal ini, bisa dengan membawa bayi bergerak untuk membuatnya tertidur. Taruh bayi di ayunan, kursi goyang, beri kursi mobil bergetar, namun jangan pernah meninggalkan bayi sendiri, karena selalu ada bahaya terjatuh. Bawa bayi kolik berjalan-jalan dengan mobil, juga dapat dilakukan.

6. Pijat Bayi

Ingat kekuatan dari sentuhan pada bayi kolik. Banyak bayi sentuhan skin to skin . Penelitian telah menemukan, bayi yang dipijat berkurang menangis dan tidur lebih baik. Coba tanggalkan pakaian bayi dan pijat lembut, pijat lembut bagian kaki, lengan, punggung, dada, dan wajah. Ini juga dapat menenangkan Anda.

7. Istirahat Sebentar

Menghibur bayi setelah menangis keras di malam sebelumnya karena kolik, merupakan hal penting. Anda mungkin merasa kewalahan, frustrasi, dan kurang efektif dalam bekerja. Jika tidak ada dampak yang terlihat, istirahatlah. Serahkan bayi pada pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Ketika itu bukan pilihan, ingatlah jika sah-sah saja membiarkan bayi menangis dalam keranjang tidurnya sebentar sementara Anda mengumpulkan energi.

8. Upayakan Sendawa

Ketika bayi menangis, Ia bisa menelan banyak udara. Itu dapat membuatnya kembung dan tidak nyaman, lalu membuatnya menangis lebih keras. Cobalah gendong dengan posisi vertikal dan urut lembut punggungnya. Posisi klasik (kepala bayi di atas bahu Anda) kerap efektif walaupun dapat membuat bayi gumoh di punggung. Metode lain: baringkan bayi dengan kepala di bagian lutut, atau tarik bayi menyerupai gerakan sit-ups dengan salah satu lengan mendukung dada dan leher nya.

9. Lampin

Bagi orang dewasa, dibungkus selimut mungkin terasa seperti dikekang. Tetapi bagi bayi yang menangis dan rewel, lampin terasa seperti rahim sempit, akrab, dan menghibur. Namun seberapa ketat lampin dapat dililitkan, lilit dengan kekuatan cukup saja sehingga lampin bayi tidak lolos, maupun lengan dan kakinya bebas dan memukul dirinya sendiri.

10. Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda khawatir akan tangisan bayi yang menderita, bawalah ke dokter. Dokter anak dapat memberikan petunjuk dan menyimpulkan penyebab medis. Kendati beberapa bayi tidak beralasan khusus menangis atau bayi hanya lebih mudah menangis keimbang bayi lain. Jadi pada saat bayi Anda menangis, ingat-ingat dua hal: Ini bukan kesalahan dan hal ini tidak akan berlangsung selamanya.


Jumat, 04 Januari 2013

Cara Jitu Membuat Anak Cerdas Sejak Bayi

Cara Membuat Anak Cerdas sejak Bayi. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi tahukah Anda, 4 hal ini tidak hanya baik tapi juga dapat membuat anak lebih cerdas dan sehat sejak bayi. 

Nah… bagi para orang tua, silakan ikuti Tips berikut ini Cara membuat anak cerdas sejak bayi hingga dewasa nanti, seperti  disadur dari laman Parenting berikut ini :

1. Bicara dengan cerdas
Ajak bayi Anda bicara sesering mungkin

Menurut Dr.Jean Ashton –pengajar dan pemerhati pendidikan anak usia dini dari Universitas Sydey, Asutralia, mengajak bayi bicara bukan hanya terbatas pada memuji, mengeluarkan kata-kata lucu atau memanggil-manggil namanya.

“Ajak bayi Anda bicara dan belajar juga menjadi pendengar yang baik untuknya. Bayi mungkin belum bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka pandai merespon melalui ekspresinya. Respon ini yang perlu diperhatikan dan dihargai sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungannya.”

Anda juga dapat mengajak bayi berbicara cerdas dengan memanggil namanya, menanyakan sesuatu, menjelaskan hal sesuai logika serta menggunakan kalimat lengkap.

2. Ikut bermain
Masih menurut Dr. Ashton, keterlibatan Mama saat anak bermain dapat megajarkan cara bermain yang seharusnya. Kegiatan ini juga akan membantu mempercepat proses belajar anak, mengembangkan potensi sosialnya, mengenali kemampuan atau bakat, minat, hingga kebutuhan emosionalnya.

3. Bacakan cerita
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai membacakan cerita untuk anak. Seperti yang dikatakan Dr.Rosmarie Truglio, seorang ahli pendidikan, “Membaca dapat menumbuhkan kecintaan anak pada buku, meningkatkan kemampuan kosakata serta membantu mengembangkan keterampilan berbahasa.”
Pilih buku-buku sederhana dengan gambar dan warna yang menarik agar anak dapat turut melihat dan memainkannya.

4. Bernyanyilah!
Pilih lagu yang memiliki syair berima, memiliki nada-nada atau bunyi-bunyi unik serta membuat Anda bergerak. Cicak-cicak di dinding, hap! Mudah, bukan? “Ini cara yang sangat menyenangkan untuk mengajak anak mempelajari beragam bunyi dan menamabah perbendaharaan kata. Anak juga akan terdorong untuk ikut bergerak dan bergembira.

bayi pintar....

Rabu, 19 Desember 2012

Kebutuhan Pakaian Dan Perlengkapan Bayi



Umumnya orangtua akan mulai menyiapkan berbagai perlengkapan bayi saat usia kehamilan telah memasuki bulan ketujuh atau lebih. Hal ini untuk menjaga kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi pada calon bayi maupun calon ibu. Saat ini ada berbagai perlengkapan bayi yang beragam jenisnya. Anda bisa memilihnya sesuai dengan keinginan dan anggaran dana anda. Jika tidak, ada kemungkinan anda akan kalap dan memborong banyak barang yang sebenarnya tidak penting untuk bayi anda. Berikut ini adalah panduan untuk beberapa perlengkapan bayi yang bisa anda gunakan. Dengan mengikuti panduan ini maka anda akan mengetahui kebutuhan pakaian dan perlengkapan bayi apa saja yang sebaiknya anda miliki.

- Minimal 2 lusin (24 buah) popok kain. Pilih bahan yang tidak terlalu tipis tapi mudah menyerap air (misalnya kain tetra.
- Jika anda memutuskan untuk memakai popok sekali pakai, perhatikan dengan seksama jenis dan modelnya. Bayi yang baru lahir bisa anda pakaikan popok sekali pakai yang memang khusus untuk bayi baru lahir. Popok jenis ini mempunyai lekukan di bagian depannya, tujuannya untuk tidak menutupi pusar yang belum lepas.
- 1 lusin atau 12 buah blus tanpa lengan. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun atau bahan kaus yang halus dan tidak tebal.
- 1 lusin atau 12 uah blus berlengan pendek. Pilih bahan yang sama seperti blus tanpa lengan.
- 3 – 6 buah blus tangan panjang dengan jenis bahan yang sama seperti kedua jenis blus diatas. Jika anda tinggal di daerah yang cuacanya dingin, mungkin bayi anda memerlukan lebih banyak jenis pakaian ini.
- Kain flanel. Walaupun tidak berecana untuk membedong bayi, sebaiknya anda tetap menyediakan barang ini. Anda bisa memakainya sebagai selimut harian atau alas perlak. Jika bayi anda memakai popok kain, sediakan minimal 2 lusin atau 24 buah.
- 6 – 12 pasang kaus kaki atau lebih, jika sehari-hari bayi anda lebih sering menggunakan popok kain.
- 2 buah topi bayi.
- 2 buah selimut bayi.
- Minimal 2 buah seprai
- Minimal 2 buah handuk besar untuk alas mandi atau menutup tubuh bayi setelah dimandikan.
- Minimal 2 buah handuk kecil untuk mengeringkan tubuh bayi setelah mandi.
- Minimal 2 buah waslap, tapi disarankan untuk menyediakan 4 buah waslap (2 waslap khusus mandi dan 2 waslap lagi khusus membersihkan bagian bawah tubuh bayi jika dia buang air besar).
- Celana pendek setidaknya 1 lusin da celana panjang lebih sedikit dari celana pendek karena saat ini orangtua cenderung memakaikan popok untuk bayinya hanya 1-2 bulan saja.
* Khusus untuk anda pengguna popok kain, jangan lupa untuk menyediakan:
- 3-4 celana plastik,
- 2 buah perlak. Satu khusus untuk di boks atau tempat tidur bayi, satu lagi untuk diletakkan selain di tempat tersebut,
- Popok sekali pakai untuk cadangan (tidak perlu banyak).

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 05 Desember 2012

Cara Hentikan Kebiasaan Ngedot Pada Anak


Terkadang orangtua memberikan dot atau empeng kepada si kecil karena ini adalah cara mudah untuk membuatnya tidak rewel. Namun, bila balita Anda yang berusai 2-3 tahun masih menggunakan dot, maka kebiasaan itu sebaiknya segera dihentikan.


Tentu saja bukan hal mudah untuk membuat anak mau melepas barang kegemaraanya yang satu ini. Tetapi orangtua berkewajiban untuk membimbing mereka. Bila Anda kesulitan, Parenting USA punya sembilan cara mudah untuk menghentikan kebiasaan "ngedot" si kecil.

Kirim ke Awan
Ketika si kecil mulai mencari dotnya, beritahu dia bahwa benda kesayangannya itu akan Anda kirim ke tempat awal membelinya dengan mengikatnya kebeberapa balon dan terbangkan ke langit. Anda akan punya alasan yaitu jarak yang jauh untuk membelinya lagi.

Tukar dengan Mainan Baru
Si kecil selalu tertarik dengan mainan baru. Katakan padanya bila membeli mainan maka harus dibayar dengan dot. Ini adalah cara yang ampuh agar ia mau melepaskan dotnya tanpa terpaksa.

Sumbangkan ke Bayi Lain
Ajak bayi Anda mengunjungi bayi yang baru lahir. Jelaskan kepadanya bahwa bayi tersebut lebih membutuhkan dot, dan beritahu bahwa anak Anda sudah terlalu besar untuk ngedot.

Mengubur Dot
Walupun Anda akan berbohong kepadanya, tetapi bila ia tahu apabila dot yang dikubur akan tumbuh bunga, maka ia akan dengan senang hati membiarkan dotnya terkubur di dalam tanah. Ingat untuk menambahkan bibit bunga ketika menguburnya.

Memberikan Reward
Bila Anda tidak ingin mengarang cerita, maka Anda bisa mengiminginya dengan hadiah bila ia tidak ngedot. Tetapkan aturan, misalnya 1 atau 2 minggu tidak ngedot maka ia akan mendapatkan es krim atau kue kesukaanya.

Bertahap
Sungguh sulit untuk menghentikan kebiasaan ngedot dari anak. Maka cara terbaik adalah dengan bertahap menjauhkannya dari dot. Misalnya, pertama-tama dia hanya boleh ngedot ketika di dalam rumah, berikutnya dia hanya boleh ngedot ketika tidur, dan pada akhirnya ia akan berhenti dengan sendirinya.

Buang ke Tempat Sampah
Setelah semua cara tidak berhasil, Anda bisa mengumpulkan semua dotnya dan membuangnya ke tempat sampah pada malam hari. Ketika si kecil bangun dan menemukan dotnya ada di tempat sampah, ia akan enggan menggunakannya lagi.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Minggu, 25 November 2012

Palestina Versus Israel: Cinta Mati Versus Takut Mati

Bismillahirrahmanirrahim
Oleh Abu Asybal Usamah

Beberapa hari telah berlalu “perang” antara Palestina, yang diwakili fraksi-fraksi jihad terutama brigade Al-Qassam, dengan Israel. Pada dasarnya, perang ini bukanlah perang antara Palestina dan Israel, tapi Islam dengan Yahudi. Hal ini telah disinyalir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا اليهود، حتى يقول الحجر وراءه اليهودي: يا مسلم هذا يهودي ورائي فاقتله
“Tidak akan datang hari kiamat hingga kalian (muslim) memerangi Yahudi. Hingga berkata batu yang di belakangnya yahudi ‘wahai muslim, ini yahudi di belakangku, bunuhlah ia’” ( Al-Jami’ Ash-Shaghir no 7414) dan hadits yang senada juga diriwayat Imam Muslim.

Rabu, 14 November 2012, menjadi hari dimana seolah-olah warga Palestina, terutama brigade Izuddin Al-Qassam, merasa seperti disiram “bensin” akibat syahidnya salah satu simbol perjuangan Palestina, komandan Ahmad Al-Ja’bary. Selang beberapa saat, brigade Izuddin Al-Qassam mengirimkan 45 roket buatan sendiri ke kota Be’er Sheva. Kemudian disusul “pengiriman” roket-roket ke Tel Aviv.

Genderang perang telah di tabuh. Israel hanya mampu melancarkan serangan lewat pesawat-pesawat pengintai. Hal yang sama juga ia lakukan ketika membunuh Syaikh Ahmad yasin -rahimahullah- dan Dr Abdul ‘Aziz Al-Rantisi - rahimahullah -, kini disusul oleh Ahmadain, Komandan Ahmad Sa’id Khalil Al-Ja’bary dan komandan Ahmad Abu Jalal.

Ketakutan melanda warga Israel hingga tentara mereka pun merasakan hal itu. Hal itu Nampak dalam beberapa video yang diunggah di YouTube, menggambarkan ketakutan mereka. Sampai-sampai, tentara yang berada di pangkalan militer tidak menemukan tempat berlindung yang bagus. Tenda saja mereka anggap tidak cukup mengamankan mereka. Maka, mereka mencoba sembunyi di kamar mandi dan toilet yang berada di pangkalan.

Hal ini menjadi nyata, ketika sirine peringatan, ketika datangnya roket-roket Izuddin Al-Qassam, dibunyikan. Ketakutan, histeris, isak tangis dan teriakan menggema, terutama di Tel Aviv. Kalau kita melihat kondisi ini, maka ingatan kita akan dihantarkan pada surah Al-Hasyr ayat 14

“ Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka (yahudi dan munafiqin) berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”

Sedangkan kaum muslimin, mereka rindu akan kesyahidan dan rindu akan janji Allah. Rasulullah (dalam riwayat Imam Ahmad) pun merindukan syahid:

“Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya. Aku cinta berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh”

Gambar-gambar anak-anak gaza selalu menghiasi media, yang menggambarkan jiwa ksatria maju tanpa takut menghadapi moncong-moncong senjata Israel. Mereka tidak takut, karena mereka yakin akan janji Allah. Mereka siap untuk perang, karena mereka telah ditempa diatas kehidupan yang keras. Mereka hidup datas puing-puing reruntuhan. Ya, mereka terbiasa dengan itu. Sedangkan yahudi? Mereka hanya cinta kehidupan. Mereka tidak ingin merasakan kesengsaraan dan ingin mnikmati hidup. Maka sungguh sangat beda, mereka yang cinta kematian melawan mereka yang takut kematian.

Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsrannasi la ya’lamun

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tokoh2 Kartun Yang Suka Ditiru Anak-Anak

Kartun Karakter # 7: Powerpuff Girls



Menyimpan hari hanyalah sesuatu anak panutan. Anak-anak meniru Powerpuff Girls karena gaun lucu mereka dan kekuatan dan keberanian untuk melawan monster dan hal-hal buruk lainnya dalam acara kartun. Mereka bahkan sampai memukuli orang-orang jahat.



Kartun Karakter # 6: Winnie the Pooh




Winnie the Pooh juga salah satu kartun klasik tertua karakter hari ini. Penampilan cute dan cara berbicara perlahan juga unik bahwa anak-anak meniru dia. Anak-anak juga menyalin cara berbicara dan tindakan teman-teman Winnie Pooh di kali. Mereka mungkin makan madu dalam botol atau menjadi seperti gelisah seperti Tigger.



Kartun Karakter # 5: Scooby Doo




Program Scooby Doo adalah tentang memecahkan teka-teki dan misteri. Plot ini mempesona anak-anak yang membuat mereka bahkan menonton kartun bahkan lebih. Anak-anak menyukai Scooby Doo karena pada dasarnya, Scooby tahu bagaimana melakukan hal-hal gila anjing normal tidak bisa, dan nomor dua: Dia bisa berbicara beberapa kata saja.



Kartun Karakter # 4: Tom dan Jerry




Tom dan Jerry, seperti yang kita semua dapat mengingat, dimulai pada awal 1940-an. Ya karakter ini bahkan mungkin lebih tua dari Anda, namun keunikan dan hiburan menarik perhatian pemirsa di segala usia. Sama seperti anak-anak, karakter ini suka berlari-lari dan mengejar satu sama lain. Anak-anak di akhir mereka, kadang-kadang meniru bagaimana mereka berbicara dan bagaimana mereka melakukan pranks satu sama lain. Anda harus selalu memeriksa pada perilaku anak-anak Anda ‘jika mereka terus-menerus menonton Tom and Jerry.



Kartun Karakter # 3: Bugs Bunny




Akui atau tidak, Bugs Bunny juga telah di televisi selama beberapa dekade sekarang. Hal ini seperti saluran Kartun tidak lengkap jika mereka tidak memiliki menunjukkan dengan Bugs Bunny. Anak-anak dan bahkan orang dewasa menemukan Bugs Bunny sedikit kurang ajar, menyenangkan, terusik dan cerdas. Jika Anda telah menyadari, anak-anak pada 4 tahun sampai 5 tahun usia meniru bagaimana perundingan Bugs Bunny. Ini anak-anak kecil menemukan cara dia berbicara lucu dan menghibur. Garis terkenal “Wazzup Dok?” Datang dari dia. Ungkapan ini masih digunakan bahkan oleh orang-orang tua yang digunakan untuk menonton program.



Kartun Karakter # 2: SpongeBob Squarepants




Ada sesuatu dengan Sponge bob Squarepants bahwa anak-anak kecil cinta. Karakter ini menarik perhatian dari pemirsa karena keunikan lokasi mereka dan kegiatan yang mereka lakukan di bawah air. Dengan empat tahun sampai lima tahun, anak-anak sangat ingin tahu begitu banyak hal. Dan bawah air hanyalah salah satu dari banyak hal anak-anak cinta untuk mengeksplorasi. SpongeBob memiliki gaya aneh dan unik dari berbicara dan ini hanya menarik anak-anak dan membuat mereka salin tindakan SpongeBob.



Kartun Karakter # 1: Dora the Explorer




Dora telah mempengaruhi gadis kecil sejak awal. Anak-anak menikmati bagaimana Dora pergi ke tempat yang berbeda dan melihat hal yang berbeda. Anak-anak kecil Anda juga menikmati bagaimana Dora berbicara dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol. Tiga sampai empat tahun usia memperoleh dan belajar bahasa lebih cepat dari yang kita bisa, jadi mungkin ingin memeriksa pada gadis kecil Anda jika mereka tahu kata-kata lebih Spanyol daripada yang Anda lakukan.

Minggu, 23 September 2012

Jenis-Jenis Tangisan Bayi Dan Artinya


Ratapan dan rintihan bayi ketika menangis mungkin akan terdengar sama pada awalnya, tetapi jika Anda mendengarkan dengan lebih cermat, tangisan tersebut ternyata berbeda dan memiliki arti tertentu. Tangisan bayi dapat menunjukkan tanda-tanda terkait dengan kondisi fisik maupun mentalnya yang sedang tidak baik. Berikut ini adalah pada bayi yang ditandai oleh tangisan di bawah ini :

1. Lapar: tangisan pendek dan bernada rendah
Bayi yang merasa lapar akan menangis dengan nada rendah dan irama tangisan yang naik turun. Tangisan juga tidak akan berlangsung lama dan biasanya disertai isyarat lapar lainnya seperti mengisap jari-jarinya.

2. Penat: cengeng dan berteriak
Ketika bayi lelah atau tidak nyaman, dirinya akan mudah sekali menangis dan berteriak. Atasi hal ini dengan menggendong bayi di bahu untuk menenangkannya dan agar bayi mengantuk. Cara yang tepat untuk mengobati kelelahannya adalah dengan tidur untuk memulihkan tenaga.

3. Bosan: rewel kemudian menangis
Jika bayi merasa bosan akan menunjukkan tanda seperti rewel dan kemudian menangis. Bayi yang bosan hanya menginginkan perhatian dari orangtuanya, sehingga bayi akan segera tenang kembali setelah Anda meraih dan memeluknya.

4. Sakit: merengek
Bayi yang sakit atau merasakan nyeri di tubuhnya akan merengek lemah sepanjang hari dan merintih lemah seakan tidak memiliki energi yang kuat untuk menangis. Selain itu, bayi mungkin akan menunjukkan tanda-tanda lain seperti lesu dan kehilangan nafsu makan.

5. Kolik: tangisan berlangsung hingga berjam-jam
Kolik adalah suatu keadaani yang belum jelas diketahui penyebabnya sampai sekarang, tetapi salah satu penyebab yang mungkin adalah bayi terlalu banyak menghirup udara tanpa bersendawa yang menyebabkan perutnya kembung dan terasa sakit.

Bayi yang mengalami kolik biasanya akan menangis selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Kolik bisa terjadi setiap saat dalam minggu-minggu pertama bayi yang baru lahir dan biasanya akan hilang pada saat bayi berusia 3 bulan.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 18 Juli 2012

7 Cara Membuat Otak Anak Lebih Jenius


1. Belajar Musik



Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri Minum Air Susu Ibu



Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan Kesehatan



Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. blogbelajarpintar.blogspot.com. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan



Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak Junk Food



Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. blogbelajarpintar.blogspot.com. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk Rasa Ingin Tahu



Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca



Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Selasa, 17 Juli 2012

Mengajak Anak Kecil Berpuasa

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz; dia berkata, “Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura’ di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah.

من كان أصبح صائما فليتمّ صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتمّ بقية يومه
‘Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa, hendaknya menahan (makan dan minum) sampai malam.’

Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba.” (HR Bukhari dan Muslim)

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari riwayat di atas adalah:

[1] Para sahabat sangat perhatian untuk mengajak dan mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa.
Ini jelas terlihat pada strategi mereka membuat mainan dan mengalihkan perhatian anak-anak mereka dari keinginan untuk makan, sehingga puasa mereka tuntas dan sempurna.

[2] Anak-anak yang diperintah berpuasa oleh para shahabat adalah anak-anak yang masih dalam usia kanak-kanak.
Hal ini dipertegas oleh ucapan Rubayyi’ binti Mu’awwidz, “Kami mengharuskamn anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa.” Juga ucapan Rubayyi’, “Maka kami membuat sebuah mainan dari kulit untuk mereka. Jika salah satu dari mereka menangis karena merasa lapar, kami menyodorkan mainan kepadanya.” Ini  tentunya dilakukan kepada anak yang masih berusia kanak-kanak, tidak dilakukan kepada anak yang sudah besar.

[3] Bersikap hikmah dan cerdas saat beramar ma’ruf nahi mungkar terhadap anak-anak.
Termasuk pelajaran yang bisa diambil di sini adalah tindakan para shahabat membuatkan mainan untuk anak-anak mereka –saat melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu, hendaknya para orang tua mengambil contoh dari tindakan para shahabat tersebut, serta menerapkannya dalam melakukan amar ma’ruf kepada anak-anak mereka.

[4] Para shahabat sangat perhatian untuk mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa ‘asyura. 

Bagaimana perhatian mereka terhadap puasa Ramadhan setelah diperintahkan? Untuk mengetahuinya, mari kita cermati ucapan Amirul Mu’minin Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu terhadap peminum khamr yang dihadapkan kepadanya pada bulan Ramadhan, “Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa.” Kemudian beliau memukulnya. (Shahih Al-Bukhari, no. 1690)

[5] Salah satu puasa yang dilakukan anak-anak para shahabat adalah puasa ‘asyura.
Puasa ini dihukumi marfu’ (atas persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) karena dilakukan pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkarinya. Berkaitan dengan ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Menurut pendapat yang shahih di kalangan ahli hadits dan pakar ushul, jika ada shahabat yang mengatakan, ‘Kami lakukan itu di zaman Nabi,’ maka hal tersebut dihukumi marfu’. Sebabnya, pada dasarnya Rasulullah mengetahuinya, dan kesepakatan para shahabat membenarkannya, serta ada kesempatan bagi mereka untuk bertanya kepada Nabi tentang masalah hukum. Dengan demikian, tidak ada peluang untuk berijtihad dalam masalah ini. Oleh sebab itu, perbuatan yang mereka lakukan adalah berdasarkan tauqifi (perintah syar’i yang tidak bisa dibantah). Wallahu a’lam.” (Fathul Bari, 4:201–202 secara ringkas)

Al-’Allamah Al-’Aini mengatakan, “Sesungguhnya jika ada shahabat yang mengatakan, ‘Kami lakukan demikian di zaman Nabi,’ maka hukumnya marfu’, sebab diamnya Nabi menunjukkan pengakuan beliau atas tindakan itu; jika beliau tidak ridha tentu beliau akan mengingkarinya.” (Umdatul Qari’, 11:70; lihat juga Nailul Authar, 4:274)

[6] Disyariatkan untuk melatih anak-anak berpuasa.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyimpulkan, “Dalam hadits ini terdapat hujjah (dalil) tentang disyariatkannya pembiasaan bagi anak-anak yang berada dalam usia yang disebutkan dalam hadits, masih belum mukallaf (terkena beban hukum). Mereka melakukannya sebagai ajang latihan.” (Fathul Bari, 4:201; lihat ‘Umdatul Qari, 11:70; Nailul Authar, 4:273)

Ibnu Qudamah menjelaskan perkataan Imam Al-Khiraqi, “Kalau anak berumur sepuluh tahun dan sudah mampu berpuasa maka ia harus diperintakan untuk melakukannya.” Beliau mengatakan, “Artinya, sang anak diharuskan berpuasa dan dipukul bila meninggalkannya. Hal ini ditujukan sebagai pembiasaan dan latihan, sebagaimana dia perintahkan shalat dan disuruh melakukannya (sejak usia dini).”

Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ‘Atha, Al-Hasan, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Qatadah, dan Asy-Syafi’i.

Al-Auza’i berkata, “Bila anak kecil mampu menahan puasa selama tiga hari berturut-turut, tidak batal, juga tidak merasa lemah, maka (hendaknya) ia dipaksa untuk berpuasa Ramadhan.”

Di sisi lain, Ishaq mengatakan, “Aku menyukai bila anak yang telah menginjak usia dua belas tahun diharuskan berpusa supaya dia terbiasa.” (Fathul Bari, 4:200 dan ‘Umdatul Qari, 11:69)

Kendati demikian, menjadikan usia sepuluh tahun sebagai paramater adalah lebih baik sebab Nabi menyuruh untuk memukul anak kecil jika meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun. Menjadikan patokan usia dalam memerintahkan anak berpuasa dengan menggunakan patokan usia perintah untuk mengerjakan shalat adalah lebih pantas, karena faktor kedekatannya. Juga karena keduanya berstatus ibadah badaniyyah dalam rukun Isam, meskipun puasa lebih berat. Oleh sebab itu, dalam hal ini faktor kemampuan tetap diperhitungkan, sebab ia (anak tersebut, pen.) mungkin bisa mengerjakan shalat tapi tidak mampu berpuasa.” (Al-Mughni, 4:412–413; lihat juga Al-Muhalla, 6:462, masalah no. 805)

Dari pernyataan Ibnu Qudamah kita dapat mengambil pelajaran bahwa anak kecil diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana ia diperintahkan untuk shalat. Sebagian ulama juga menyatakan pendapat demikian meski mereka berbeda pandangan dalam hitungan usia anak mulai diperintah untuk mengerjakan perintah-perintah syariat tersebut.

[7] Perintah kepada anak tidak hanya untuk mengerjakan shalat dan puasa.
Akan tetapi, juga menjadi kewajiban para ayah dan ibu untuk memandu mereka melaksanakan amalan ketaatan lainnya. Tujuannya, agar mereka terbiasa dan terlatih untuk melakukannya sebelum mereka memasuki usia aqil baligh. Bertalian dengan hadits Rubayyi’ binti Mu’awwidz, Imam An-Nawawi menarik sebuah kesimpulan, “Dalam hadits ini tersirat pelatihan bagi anak untuk mengerjakan amalan ketaatan dan membiasakan mereka untuk beribadah walau mereka bukan mukallaf.” (Syarh An-Nawawi, 8:14)

Terbukti, para shahabat dahulu sangat antusias untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam ketaatan serta melatih dan membiasakan mereka dalam ketaatan. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ibnu Sa’d dan lainnya meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu ‘Abbas; beliau berkata, “Tanyailah aku tentang tafsir, sesungguhnya aku telah menghafal Alquran pada usia dini.” (Fathul Bari, 9:84)

Ringkasnya, anak-anak diperintahkan untuk mengerjakan amal ketaatan supaya mereka terbiasa dan bersimpati sebelum menginjak usia baligh. Dengan demikian, mereka akan mudah melaksanakannya saat berusia baligh.

Disarikan dari buku Mendakwahi Anak (Dasar dan Tahapannya), hlm. 58—66, karya Dr. Fadhl Ilahi, Cetakan Kedua (Mei 2006), Darus Sunnah Press, Jakarta Timur.

Sabtu, 07 Juli 2012

Bantu Anak Temukan Bakat Cemerlang yang Tersembunyi

Tahun ajaran baru segara dimulai. Mungkin hampir setiap orangtua tidak menyadari, jutaan pelajar di usia awal sekolah diseleksi, dites dan dipilih demi menemukan mereka yang membutuhkan dukungan pendidikan bakat agar lebih berkembang.

  Bantu Anak Temukan Bakat Cemerlang yang TersembunyiYang terjadi, anak-anak dengan kemampuan lebih dianggap sama dengan yang lain. Celakanya, mereka dipandang sudah seharusnya mampu mengikuti setiap program yang diberikan.

Dalam kapasitas otak, mungkin iya, tetapi bagaimana dengan mental mereka? Jangan heran bila lazim dijumpai anak-anak cermerlang kita menjadi bosan, frustasi, dan bahkan berubah secara sosial dan akademis.

Padahal bisa jadi mereka membutuhkan program khusus untuk belajar dengan kurikulum sesuai percepatan mereka, dan berhubungan ''kawan setingkat'' yang mungkin memiliki ketertarikan sama
Ketika sekolah menjalankan tugas luar biasa untuk menemukan anak-anak hebat dengan metode pemindaian seperti rekomendasi guru dan tes IQ, orang tua jangan lantas tergantung sepenuhnya terhadap sekolah dan hasil pengetesan.

Perlu pula dipahami. program pelatihan guru hanya memberi sedikit--jika ada--pengajaran terhadap anak berbakat lebih. Ironisnya, sistem pengajaran yang ada membuat banyak anak dengan kemampuan lebih, justru tidak mencapai prestasi tinggi di kelas. Prestasinya biasa, atau malah tak begitu bagus dalam hasil ujian.

Anak-anak semacam ini bisa jadi memiliki masalah dalam fokus, perhatian, kemampuan organisasi yang lemah, atau sederhana, tidak cocok dengan gaya pengajaran di kelas. Sehingga mereka dipantau berlebihan dan dicap sebagai anak tertinggal. Mereka pun luput diperhatikan ketika ada seleksi atau program pemilihan anak berbakat.

Cerita seperti ini bukan hal baru. Beberapa pengamat tumbuh kembang anak memperkirakan, mayoritas anak berkemampuan di sekolah sering tidak teridentifikasi. Itu mungkin bukan tragedi besar bagi si anak, tapi sebaliknya, musibah besar dalam dunia pendidikan, bila ternyata terbukti mereka adalah anak-anak cemerlang yang butuh program khusus demi mendukung proses pendidikannya.
 
Sebuah cerita dituturkan oleh David Palmer, seorang doktor psikologi pendidikan di Amerika Serikat. Seorang bocah lelaki tinggal di Arizona dites privat atas permintaan ibunya yang prihatin karena nilai-nilai sang anak di kelas semakin jeblok. Si anak juga kerap berkonflik dengan guru, menjadi semakin tidak tertarik ke sekolah. Dalam hubungan sosial ia pun sering diejek dan diintimidasi secara fisik oleh teman-temannya. Rupaya teman-teman yang mengolok semakin antusias melihat reaksi berlebihan si bocah saat diprovokasi.

 Akhirnya orang tua mempertimbangkan home-schooling, sejak anak mereka kian sulit dan sulit keluar pintu rumah untuk pergi ke sekolah. Baginya sekolah adalah siksaan. Usut punya usut sekolah tidak pernah mengetes anak tersebut demi mengetahui bakat dan kelebihannya. Tes spesifik juga luput dilakukan padanya.

Sangat mungkin, sang anak tidak cocok dengan kompetisi meraih prestasi tinggi, kerjasama, citra anak manis, yang kerap dijadikan pertimbangan para guru saat menyeleksi anak berbakat. Tapi faktanya, ketika anak dipisahkan dari orang tuanya lalu menjalani tes IQ, hasil yang keluar 160. Itu angka serius, menunjukkan anak tersebut memiliki tingkat kecerdasan di luar kebiasaan.

Kisah semacam tadi sebenarnya bukan hal baru dalam kasus anak-anak dengan bakat dan kecerdasan lebih. Akhirnya si anak dites dengan metoda lebih cocok dan ditempatkan di program alternatif, di mana masalah akademis dan sosial dapat dihindari. Pada intinya, orang tua dan guru perlu menjalin pemahaman terhadap permasalah setiap murid dan berkolaborasi dalam prespektif lebih luas dengan solusi.

Karena tak jarang sekolah luput melihat seorang siswa berbakat yang sangat butuh program khusus. Pandangan orang tua sangat pun penting dan dibutuhkan. Semakin banyak pengetahuan yang dimilki orang tua, semakin baik posisi orang tua untuk berkolaborasi dengan sekolah demi memastikan potensi dan kebutuhan sang anak tidak luput dari perhatian.



Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 28 Juni 2012

Permainan yang Harus Dijajal Anak Sebelum Berusia 12 Tahun


Semakin bertambah umur, anak makin malas bermain di alam. Anak sekarang cenderung lebih suka berkutat di depan TV, komputer atau video game. Ajak anak mengenal 20 permainan ini sebelum ia berumur 12 tahun.

Kadang tak cuma anaknya saja yang enggan bermain di luar, orangtuanya pun punya andil membuat anak malas bermain di luar. Alasannya adalah ketika anak bermain bebas di luar rumah, anak akan lebih berisiko untuk jatuh dan terluka.

Berdasarkan survei di Inggris oleh Play England, dari sekian banyak anak, hanya seperempatnya saja yang pernah bermain bebas di luar, sepertiga tidak pernah memanjat pohon dan sisanya bahkan tidak bisa naik sepeda.

Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh National Trust, lebih dari 80 persen dari anak-anak ingin memiliki lebih banyak kebebasan untuk bermain di luar, tetapi yang mendapatkan izin dari orang tuanya hanya kurang dari 10 persen saja.

"Bermain adalah bagian yang penting dalam masa perkembangan anak menjadi menjadi dewasa karena dapat menanamkan ketrampilan," kata Adrian Voce, mantan direktur Play England, Inggris seperti dilansir dari mirror, Kamis (28/6/2012).

National Trust kini telah meluncurkan kampanye untuk mendorong anak mendapatkan kebebasan bermain di luar rumah tetapi masih dalam batas yang aman. Pilihlah permainan alam untuk anak yang akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan dan ketrampilannya.

Ada 20 permainan yang bisa dilakukan anak sebelum ia berumur 12 tahun yaitu:
1. Memanjat pohon
2. Berguling menuruni bukit
3. Berkemah di alam bebas
4. Membuat kandang hewan peliharaan
5. Bermain Congklak
6. Berlarian di tengah hujan
7. Bermain layang-layang
8. Menangkap ikan dengan jaring
9. Memetik buah-buahan langsung dari pohon
10. Mencari kerang di pantai
11. Membuat kue dari lumpur
12. Bermain ayunan
13. Menyaksikan matahari terbit
14. Mendaki bukit kecil
15. Bermain di air terjun
16. Memberi makan burung dari tangan
17. Berburu serangga seperti belalang
18. Menangkap kupu-kupu dengan jaring
19. Menanam bunga
20. Bermain masak-masakan di atas tungku batu

Jumat, 22 Juni 2012

Tanda-Tanda Anak Berbakat

Banyak orangtua memberikan anaknya mainan terbaru. Namun, kebanyakan balita akan terlihat jenius hanya di mata orangtua mereka. Ada juga balita yang sudah berbakat sejak lahir. 

Tanda-Tanda Anak Anda BerbakatBagaimana melacak bakat anak Anda? Menurut Lilsugar, ada 10 petunjuk untuk menjawab pertanyaan itu.

Mengumpulkan informasi
Mereka yang memiliki kecerdasan mampu menangkap berbagai informasi yang didengar dan kemudian menceritakannya kembali. National Association of Gifted Children (NAGC) memberi contoh, “Seorang anak berusia enam tahun baru saja kembali dari perjalanan ke museum dan mampu menggambarkan roket yang dia lihat secara akurat.”

Besar rasa tertariknya
Anak-anak berbakat umumnya menunjukkan minat pada berbagai topik. Mereka mungkin tertarik pada dinosaurus di waktu tertentu, lalu tertarik pada ruang angkasa di bulan berikutnya, dan seterusnya.

Menulis dan membaca lebih dini
Jika anak Anda pintar, dia akan dapat membaca dan menulis pada usia dini tanpa pendidikan formal sebelumnya.

Berbakat di bidang seni
Anak-anak yang menunjukkan bakat luar biasa dalam seni, music, atau lainnya, terkadang diyakini menjadi anak yang berbakat. Balita yang mampu menggambar sesuatu yang jelas, mampu membuat garis sempurna atau menggambarkan tingkat tinggi pemahaman tentang seni secara umum dikategorikan sebagai anak-anak berbakat.

Menunjukkan konsentrasi
Anak-anak dikenal suka lama berkonsentrasi. Tapi jika anak Anda termasuk yang suka berkonsentrasi atau tertarik pada sesuatu dengan waktu yang panjang, maka anak Anda dapat dianggap berbakat.

Memiliki memori yang baik
Beberapa balita yang berbakat mampu mengingat sesuatu dengan baik sejak mereka masih kecil. Contohnya, anak umur dua tahun mampu mengingat dan menceritakan kembali peristiwa sejak berumur 18 bulan.

Memiliki kosakata lanjutan
Balita yang dapat berbicara pada usia dini tidak dapat dimasukkan dalam tanda-tanda anak berbakat. Tapi, jika si kecil dapat menggunakan kosakata dan kalimat lebih, maka mereka lebih pandai daripada yang Anda pikir. Contohnya, menurut NAGC, jika anak pada usia dua tahun umumnya membuat kalimat, “Ada anjing.” Anak berbakat akan mampu membuat kalimat lagi, seperti “Ada anjing cokelat di halaman belakang dan mengendus bunga kami.”

Perhatian pada detail
Anak berbakat memiliki perhatian pada detail. Anak yang lebih besar mungkin ingin mengetahui secara khusus bagaimana cara sesuatu bekerja. Sementara anak yang lebih besar lagi mampu menempatkan kembali di mana mereka mengambil mainan atau tahu ketika ada sesuatu yang dipindahkan dari tempat asalnya.

Peduli dengan orang lain
Secara umum, anak-anak tidak terlalu peduli dengan diri sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Tapi tidak demikian halnya dengan anak-anak berbakat, mereka peduli pada orang lain dan juga sangat memperhatikan diri mereka sendiri.

Memahami sesuatu yang kompleks
Balita yang memiliki kecerdasan tinggi memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu yang kompleks, yang berkaitan dengan hubungan dan berpikir secara abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan memikirkan solusinya.

Kamis, 21 Juni 2012

Mitos Yang Salah Seputar Ayah



Seorang laki-laki yang baru saja menjadi ayah mungkin memiliki beberapa asumsi mengenai apa peran dari ayah. Tapi beberapa asumsi ini sebenarnya salah dan hanya mitos saja, karenanya ketahui asumsi apa saja yang salah.

Selama ini banyak orang menganggap bahwa ayah tidak memiliki peran yang utama bagi bayi yang baru dilahirkan, sehingga seringkali muncul asumsi-asumsi yang salah. Padahal seorang ayah juga memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Kemungkinan mitos yang terbesar adalah tidak adanya definisi untuk seorang ayah yang baik, padahal mitos tersebut salah. Seperti dikutip dari Babycenter, ada empat mitos seputar ayah yang sering dipercaya banyak laki-laki, yaitu:

Mitos 1: Hanya perasaan seorang ibu yang penting untuk diperhatikan
Perubahan tubuh yang terjadi selama hamil, serta tingginya perhatian terhadap proses kelahiran membuat semua orang berpikir bahwa perasaan ibu adalah sesuatu yang penting. Namun dibalik semua itu perasaan dari ayah juga penting untuk diperhatikan termasuk kesehatan fisik dan mental.

Sebenarnya perasaan takut dan khawatir juga bisa melanda seorang ayah, seperti perubahan yang terjadi setelah memiliki anak, atau apakah memiliki anak akan menghambat karirnya. Namun karena tak ingin menambah kekhawatiran istrinya ia akan memilih diam. Padahal pasangan juga mengharapkan interaksi timbal balik, selain itu berbagi perasaan bersama bisa menambah kedekatan keduanya.

Mitos 2: Bayi yang baru lahir tidak benar-benar membutuhkan ayah
Meskipun seorang ayah tidak bisa menyusui bayinya, bukan berarti bayi tidak membutuhkan sosok ayah. Bagi bayi ayah tetaplah orang yang penting dalam hidupnya. Seorang ayah bisa membantu pasangannya dalam mengurus bayi seperti saat mandi, mengganti popok, menghibur dan menenangkan bayi yang menangis. Kegiatan ini juga bisa menambah ikatan antara ayah dan bayi, sehingga peran seorang ayah tetaplah diperlukan.

Mitos 3: Laki-laki tidak tahu cara merawat anak-anak
Mitos ini salah satu kesalahan besar, karena meskipun seorang ayah terlihat cuek tapi ia tetap bisa merawat anak-anaknya. Dr Spock, seorang dokter anak mengungkapkan bahwa ayah bisa menjadi pengasuh utama anak-anak. Jika ayah banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya maka ia bisa mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh anaknya.

Mitos 4: Ayah yang terlalu fokus pada anak tidak bisa bekerja maksimal
Selama ini ada anggapan bahwa orang yang memilih berkorban untuk keluarga tidak bisa sukses di tempat kerja, tapi mitos ini tidaklah benar. Karena bisa menjadi ayah yang baik bagi keluarga merupakan prestasi yang penting dalam sebuah kehidupan. Sementara itu banyak diantaranya yang bisa memiliki karir bagus sekaligus menjadi ayah yang baik untuk keluarganya.a


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Jumat, 08 Juni 2012

Ternyata Sifat Buruk Orang Tua Berpengaruh Terhadap Anak

Seorang anak yang keras kepala dan temperamental mungkin dapat dibentuk oleh lingkungan di mana anak-anak dibesarkan. Tetapi ternyata sifat orangtua juga dapat mempengaruhi kepribadian anak.


Oleh karena itu orangtua harus menyesuaikan gaya pengasuhan anak untuk mengatasi masalah kepribadian anaknya.


Banyak penelitian dilakukan terhadap anak yang temperamental, salah satunya oleh psikiater Alexander Thomas dan Catur Stella di New York tahun 1956 yang mengamati perkembangan sekelompok anak dari lahir sampai awal masa dewasa.


Thomas dan Catur menemukan bahwa kepribadian anak-anak dapat dimasukkan ke dalam tiga kategori dasar yaitu mudah, sulit, dan lambat merespons sesuatu dengan kemarahan.


Penelitian tersebut juga mengidentifikasi variabel lain yang diukur dari perilaku anak seperti keinginan, kemurungan, tingkat aktivitas, perhatian, keteraturan dalam tidur, kelaparan dan fungsi biologi lainnya.


Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang temperamental secara otomatis kesulitan untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Anda harus memiliki cara yang tepat untuk menangani anak Anda yang mudah marah tersebut.


Arthur Robin, direktur pelatihan psikologi di Children's Hospital of Michigan di Detroit seperti dilansir dari huffingtonpost, Selasa (7/5/2012) menjelaskan beberapa sifat orangtua yang bisa berpengaruh pada kelakuan anak:


1. Salah satu masalah umum yang ditemukan pada anak dengan ADHD atau yang temperamental adalah memiliki ibu yang pasif, depresi dan lesu.


"Anak akan bisa melakukan apapun yang dia suka karena si ibu tidak memiliki ketegasan untuk merawat dan mendidik anaknya," kata Robin.


2. Orang tua yang terlalu fleksibel dapat membuat anaknya mungkin sengaja bertingkah kaku dan keras kepala.

3. Orangtua yang selalu memenuhi keinginan anaknya akan memiliki sifat yang manja dan akan mudah marah jika keinginannya tidak segera dipenuhi.


4. Kadang-kadang masalah berakar pada sikap temperamental orang tua, bukan anak. Jika orang tua sangat moody, anak akan cenderung mudah marah,ketakutan dan mengembangkan sikap yang tertutup karena pengaruh sikap ekstrim orang tuanya.


Orang tua dapat memilih alternatif dengan mengikut sertakan anak ke dalam kegiatan positif seperti les musik atau kesenian lain yang selain dapat meningkatkan kreatifitas anak juga dapat membuat anak dapat mengontrol emosinya. Biarkan juga anak memilih sendiri baju mana yang ingin dikenakan dan jangan memaksakan sesuatu yang tidak disukainya.


Terapi psikologi pada anak mungkin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab lain mengapa anak begitu temperamental seperti gangguan koordinasi motorik halus. Gangguan tersebut bahkan dapat mengakibatkan anak kesulitan untuk mengikat sepatunya sendiri.


Orangtua harus mulai bersikap disiplin dan lebih perhatian untuk mengatasi masalah terhadap kepribadian anaknya.


Sumber

Minggu, 11 Maret 2012

10 Cara Bicara Agar Anak Mau Mendengar.

Anak-anak sering tidak tampak antusias untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang tua mereka. Ini, tentu saja, bisa sangat menjengkelkan bagi orangtua dan situasi dapat dengan cepat berubah menjadi konfrontasi yang "hangat". Anda pun mengeluarkan mantra sakti dengan nada tinggi, "Nak, dengarkan omongan ibu, dong!".  Anak prasekolah umumnya memang sudah bisa memahami perkataan orang lain dengan baik. Tapi jika anak merespons hanya untuk hal-hal yang menguntungkan dirinya saja, lantaran karena mereka masih memiliki sifat egosentris. Ini menjawab mengapa anak 3-5 tahun tak melulu mau mendengar perkataan orangtua.

LIHAT SITUASI DAN KONDISI

Jadi bagaimana dong biar si prasekolah mau mendengarkan kita? Berhubung anak hanya mau mendengar hal yang menurutnya menyenangkan, cara kita menyampaikan isi pesan perlu diubah sehingga tak terkesan memerintah, menyuruh, menegur, ataupun melarang. Coba saja pada anak yang sedang asyik nonton teve, mana mau dia mendengarkan permintaan kita untuk mematikan teve, karena itu mengganggu kesenangannya.

Jadi? Yuk kita bersama-sama belajar bagaimana berbicara dengan si prasekolah. Berikut kiat-kiat yang disarankan psikolog Sritje H. Hikmat, Psi :

* Ketahui kemampuan pemahamannya

Misal, orangtua bertanya, "Kenapa kamu melakukan itu?" Barangkali akan lebih enak bila mengatakan, "Ibu ingin tahu apa yang baru kamu lakukan itu." Kalimat yang bernada menghakimi, mengancam, atau bahkan menuduh, membuat anak terpojok. Ketimbang bilang, "Kamu harus tidur siang," coba katakan, "Kamu, kan, sejak pagi capek main. Sepertinya, sih, sekarang enakan tidur siang deh." Hindari berkata, "Kamu harus membereskan mainan," gantilah dengan, "Yuk, ibu bantu kamu untuk membereskan mainanmu."

Jangan ucapkan kalimat bertanya yang mendorong anak berkata tidak. Misal, "Mau enggak kamu membereskan mainanmu?" Tapi cukup katakan, "Sayang deh kalau mainanmu berantakan di mana-mana. Kita bereskan yuk!" Ingat, anak tak mau diperintah. Daripada mengatakan, "Awas, makan jangan sampai berantakan, ya. Habis makan, taruh piring di tempat cucian," lebih baik ucapkan, "Sayang, coba di mana sebaiknya kamu menyimpan piring ini?" Dengan begitu, anak juga belajar untuk berpikir mencari solusi.

Berbicaralah dengan kalimat-kalimat yang tak sekadar menjurus pada jawaban ya atau tidak. Contoh, "Senang di sekolah tadi?" alternatif yang lebih bijak adalah, "Tadi main apa yang seru di sekolah?" Setelah itu, bicarakan topik-topik yang menarik bagi si prasekolah.

* Gunakan kalimat pendek

Kata-kata yang diucapkan sebaiknya pendek atau sederhana. Tidak terlalu berpanjang-panjang apalagi berbelit-belit. Sesekali perhatikan bagaimana si prasekolah berkomunikasi dengan teman sebayanya. Cermatilah caranya. Bila anak memperlihatkan gejala bahwa dirinya tak berminat diajak ngobrol , boleh jadi itu karena ucapan kita tak dipahaminya entah karena bertele-tele, atau karena berupa kalimat-kalimat perintah dan melarang. Semakin kita bertele-tele, maka anak akan semakin menutup telinganya.

* Posisi badan sejajar

Posisikan badan kita sejajar dengan tinggi badan si prasekolah dan jangan terlalu jauh darinya. Dengan begitu, perhatian anak bisa lebih mudah terfokus dan menangkap pesan atau dialog yang dilontarkan orangtua. Jika anak terlihat tidak memerhatikan, sentuhlah dia untuk menarik perhatiannya. Sikap itu menunjukkan keseriusan kita dalam berkomunikasi. Kalau perlu, dekap anak saat kita mengajaknya berbicara.

Jarak yang jauh atau kesibukan Anda pada kegiatan tertentu membuat alur komunikasi takkan sampai dengan baik. Umpama, Anda bicara kepada anak sambil membaca koran di ruang tamu atau menonton teve. Tentu anak merasa dirinya tidak dianggap penting, omongan kita pun tidak dianggapnya penting. Akhirnya anak tidak menangkap pesan yang dimaksud.

* Kontak mata

Adanya kontak mata juga menandakan kita bersungguh-sungguh terhadap apa yang diucapkan. Dengan menatap matanya, anak pun merasa mendapat perhatian dan keberadaannya begitu penting. Teguran kitayang sebaiknya disampaikan dengan kalimat-kalimat positifdengan begitu akan dianggap penting juga oleh anak. Misalnya, dalam rangka menegur perbuatan salahnya. Kontak mata pun tetap diperlukan manakala orangtua dan anak berdialog biasa, memberi perintah, atau menanyakan sesuatu.

* Momen yang tepat

Tunggu momen yang tepat. Perhatikan, apakah anak sedang asyik dengan kegiatannya? Kalau ya, mungkin percuma saja mengajaknya bicara. Lebih bijak kalau kita tunggu dulu sejenak, sampai setidaknya ia tak sibuk-sibuk amat atau sudah menyelesaikan aktivitasnya. Kadang, sulit mengalihkan perhatian anak dari hal yang sedang ditekuninya. Kalau dia sedang asyik main mobil-mobilan, jangan langsung diinterupsi. Mulailah dengan pendekatan dulu agar anak tak merasa kegiatannya diganggu atau tak dipaksa menimpali omongan kita. Apalagi kalau yang dikatakan orangtua berupa perintah atau larangan. Beri waktu beberapa menit sebelum meminta anak melakukan sesuatu. Contoh, "Nak, kalau jarum jam yang pendek menunjuk angka 12, kamu makan ya. Setelah makan, kamu boleh main lagi." Dengan begitu si prasekolah relatif tak merasa aktivitasnya terganggu. Lagi pula, dengan cara itu anak memiliki persiapan ketika harus menghentikan kegiatannya.

* Minta Tolong

Berbicaralah kepada anak dengan cara seperti yang kita harapkan jika orang lain berbicara kepada kita. Jika hendak minta bantuan, yang pertama kali harus diucapkan adalah "tolong", bukan? Niscaya anak tak merasa dipaksa saat diperintah. Sekaligus orangtua juga mengajari anak untuk bersikap santun.

* Beri contoh

Ajarkan bagaimana pentingnya mendengarkan. Jika anak merasa dirinya didengar, maka ia pun akan belajar mendengarkan kita. Berilah contoh atau teladan yang baik dengan memberi perhatian yang tulus saat si prasekolah berbicara. Dengan contoh konkret, anak akan menyerap dan meniru bagaimana menjadi pendengar yang baik.

* Lakukan bersama

Saat melihat mainan si prasekolah begitu berantakan, takkan efektif bila kita hanya menyuruhnya membereskan semua. Alangkah bijak bila kita mengajaknya "Kak, ayo kita beresin mainannya." Dengan begitu, unsur perintah lebih tersamar. Sekali lagi, anak membutuhkan contoh konkret dari orangtua. Bukan tidak mungkin, di kemudian hari, anak akan mau melakukan yang kita harapkan tanpa menunggu disuruh. Langkah ini juga memupuk sikap mandirinya, sekaligus mengajarkan bagaimana menjalin kerja sama. Dengan bahu-membahu, maka pekerjaan akan lebih cepat selesai.

* Sesekali bersikap tegas

Bersikap selalu lembut sebenarnya kurang baik juga bagi perkembangan si prasekolah. Agar anak bisa taat aturan, sikap tegas juga perlu ditunjukkan. Misalnya saat anak melakukan ketidakdisiplinan, tak ada salahnya ditegur. "Kakak, ini sudah waktunya mandi. Ayo matikan tevenya." Sikap tegas berarti mengatakan apa yang perlu/harus dilakukan dengan nada bicara yang datar namun jelas. Dengan bersikap tegas, anak akan merasa segan pada orangtua sehingga tak mau lagi melanggar aturan.

* Kenali karakter

Satu hal yang tak kalah penting, kenali karakter si prasekolah untuk menemukan gaya berkomunikasi yang pas dengannya. Anak yang cenderung pemalu atau pasif memang biasanya lebih cuek ketimbang anak yang terbuka atau aktif. Orangtua yang sehari-hari berhadapan dengan anaknya diharapkan mau lebih jeli mencoba gaya bicara yang paling efektif untuk masing-masing karakter. Sesekali mungkin Anda lepas kontrol, kembali ke gaya lama atau cenderung emosional menghadapi anak yang cuek . Tidak mengapa, tapi ubahlah segera gaya bicara Anda sebelum anak menutup telinganya rapat-rapat. Selamat mencoba!

Rabu, 07 Maret 2012

Menggendong bayi bikin anak pintar..


Ada yang bilang keseringan digendong akan membuat anak manja saat dewasa kelak. Pernyataan itu pun membuat sebagian orang tua enggan menggendong bayinya. Padahal banyak keuntungan menggendong bayi, satu di antaranya membuat si buah hati lebih pintar.

Bayi yang sering digendong akan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menangis atau rewel. Si kecil memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk tumbuh kembang. Ia pun akhirnya bisa berinteraksi dengan lingkungannya.

Jika bayi diposisikan dalam gendongan, ia bisa melihat sekelilingnya. Ia bisa mencoba untuk memilih serta mengambil apa yang diinginkannya. Kemampuan belajarnya meningkat.

Selain itu, bayi juga terlibat langsung pada dunia orang yang menggendongnya. Seperti bayi melihat apa yang orang tuanya lihat, mendengar apa yang orang tuanya dengar serta turut merasakan yang orang lain rasakan.

Menurut William dan Martha Sears, bayi yang digendong akan menjadi lebih sadar serta dapat memahami wajah, ritme langkah, dan juga aroma orang tuanya. Mereka mengenal ekspresi wajah, bahasa tubuh, naik turun suara, pola pernapasan, dan emosi dari orang yang menggendongnya.

Hal lainnya adalah orang tua menjadi lebih sering berinteraksi dengan bayinya sehingga membantu si kecil belajar menjadi manusia.

Pengalaman itu bisa menstimulasi saraf-saraf untuk berkembang dan berhubungan dengan saraf lainnya di dalam tubuh. Sehingga, pertumbuhan dan perkembangan otaknya berkoneksi lebih baik.

Karena berbagai stimulasi yang diterimanya tersebut bayi akan dirangsang untuk belajar sehingga kemungkinan meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan menggendong bayi salah satunya peningkatan perkembangannya berbicara dan mendengar.

Suara-suara normal yang didengarnya seperti suara aktivitas sehari-hari bisa memiliki nilai belajar bagi bayi atau justru dapat mengganggunya. Jika bayi sedang sendiri, suara tersebut bisa membuatnya takut, tapi jika bayi dalam posisi digendong, hal itu memiliki arti pembelajaran buat si kecil.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan seringnya menggendong bayi adalah ikatan yang kuat antara orang tua dan bayinya. Menggendong juga memberikan cara pengasuhan yang tepat karena keduanya saling memberi dan membentuk interaksi dua arah.

Nah, gendonglah si kecil. Semoga kelak ia lebih pintar ya!

Minggu, 04 Maret 2012

Kata-kata Sepele Yg Ga Boleh Diucapkan Pada Anak Kecil

Berikut ini ada Beberapa larangan yang tidak boleh kamu ucapkan kepada buah hati kamu diantaranya sebagai berikut.

[imagetag]

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak kamu lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu?

''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''
Ketika kamu kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika kamu terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''

''Kamu Itu...''
Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

''Jangan Nangis''
Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa kamu memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''

''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''
''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti kamu menginginkan anak kamu menjadi orang yang berbeda.

Semoga beberapa referensi kata-kata diatas bisa di jadikan untuk pedoman atau pegangan, salam.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Jumat, 24 Februari 2012

Kasih Sayang Ibu Jauhkan Anak dari Penyakit


Tidak ada cinta yang tulus dan abadi selain kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Bahkan, sebuah riset teranyar menunjukkan, cinta seorang ibu kepada anak dapat mencegah penyakit hingga anak menginjak usia dewasa.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menemukan bukti bahwa ada beberapa anak yang hidup di daerah miskin, namun tidak menderita penyakit kronis ketika beranjak dewasa. Padahal menurut peneliti, anak-anak itu seharusnya memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit kronis.

Setelah ditelusuri, para ahli akhirnya menemukan bahwa mereka yang menderita penyakit kronis ketika dewasa, berasal dari latar belakang di mana masa kecilnya mengalami penuh tekanan, sehingga meningkatkan kemungkinan anak menderita penyakit seperti diabetes, stroke atau hipertensi di kemudian hari.

Namun, mereka yang dibesarkan dengan penuh cinta ibu diketahui memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang mereka yang tidak dekat dengan ibu mereka. Peneliti berpikir, hal ini mungkin disebabkan karena adanya rasa empati dan harga diri yang diajarkan oleh ibu kepada anak-anak mereka.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Psychological Science itu, peneliti mengamati 1.200 orang selama sepuluh tahun untuk melihat apakah pola asuh ibu memengaruhi kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. "Literatur menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam status sosial ekonomi rendah memiliki kesehatan lebih buruk," kata Profesor Margie Lachman, salah seorang peneliti.

"Faktor-faktor yang dapat dimodifikasi memainkan peran penting. Kami menyadari bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kesenjangan kesehatan," tambahnya.

Sudah jelas bahwa uang dan akses perawatan kesehatan adalah salah satu bagiannya, kata Lachman. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hal itu hanya memainkan peran yang sangat kecil.

"Literatur mengungkapkan bahwa banyak masalah kesehatan di usia pertengahan, termasuk sindrom metabolik, dapat ditelusuri kembali dengan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa kanak-kanak," jelasnya.

"Tekanan yang dialami saat masa kanak-kanak dapat berdampak buruk terhadap kesehatan di kemudian hari. Tetapi anak yang sejak kecil diasuh dengan penuh cinta oleh ibunya cenderung memiliki kesehatan fisik lebih baik saat dewasa," tutupnya.

Kamis, 09 Februari 2012

Memukul dan Membentak Bisa Membuat Anak Depresi


Gangguan ini berkembang hingga mereka beranjak dewasa, ditambah dengan sikap agresif dan kerap membantah orang-orang di sekitarnya.

MEMUKUL, menampar, atau membentak saat si kecil berbuat nakal dapat memancing tindakan agresif saat mereka dewasa nanti.

Demikian kesimpulan dari studi selama 20 tahun yang digelar para peneliti dari University of Manitoba dan Children’s Hospital of Eastern Ontario.

Joan Durrant, anggota tim peneliti, menemukan hukuman fisik berkaitan dengan tingginya sikap agresif dan pemberontak yang dirasakan anak terhadap orang tua, saudara dan teman-temannya.

Dari 500 keluarga yang menjadi bahan riset ini, terdapat sejumlah anak yang kerap mendapat hukuman secara fisik, seperti dipukul, ditampar atau dibentak oleh orang tuanya.

Akibat hukuman itu, mereka diketahui rentan terhadap depresi dan gangguan mental lainnya. Gangguan ini berkembang hingga mereka beranjak dewasa, ditambah dengan sikap agresif dan kerap membantah orang-orang di sekitarnya.

Seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (8/2), selama 20 tahun pengamatan, para peneliti telah menemukan banyak perubahan pola pikir masyarakat mengenai metode hukuman bagi anak.

Membentak, menampar, memukul, atau menepuk bokong sebagai tindakan sanksi bagi anak mulai diatur secara hukum di beberapa negara.

Memukul anak sebagai bentuk hukuman dilegalkan di AS dengan batasan-batasan tertentu yang berbeda di masing-masing negara bagian. Namun tindakan ini dilarang keras di 20 negara Eropa, termasuk Jerman, Spanyol dan Belanda.

Di Inggris, hukuman secara fisik masih diperbolehkan, asalkan tidak meninggalkan bekas luka di tubuh. Peraturan ini dibuat sejak 2004, tapi tidak menghentikan 71% persen orangtua yang masih keukeuh mendukung hukuman fisik terhadap anak.

Para peneliti menyarankan agar orang tua memberlakukan sanksi yang tidak menyakiti fisik anak dan meamhami apa pengaruhnya terhadap perkembangan perilaku anak.

di like dikomentari ya boi....

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost