Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

Pentingnya Memeriksa Kesehatan Mata Anak


Deteksi dini pada mata anak sangat penting untuk mengetahui kondisi mata anak apakah mengalami gangguan penglihatan atau tidak. Ini penting untuk mencegah jangan sampai mata anak mengalami gangguan penglihatan dan sudah mencapai tahap yang sulit diobati. Selain dokter, sebagai orang tua kita berperan penting membantu mendeteksi kelainan mata pada anak dengan cara memahami tanda tandanya

Perkembangan penglihatan anak

Sistem visual anak berkembang sangat pesat pada 18 bulan pertama, yang kemudian menjadi sempurna pada usia 5 atau 6 tahun.

Pada saat lahir, bayi dapat melihat pola terang dan gelap, tetapi fokus masih kabur. Dunia bayi terdiri dari “ruang terbatas” yang tidak lebih jauh dari sekitar satu meter. Bayi yang berpenglihatan normal akan merespon wajah orang, khususnya wajah ibunya, yang menatapnya dari jarak dekat.

Antara usia 4-6 bulan bayi akan menggerakkan kepalanya, tidak hanya untuk mengikuti objek bergerak, tetapi juga ketika melihat ke arah objek lain.

Pada usia 6-8 bulan penglihatan bayi harus mantap dan lurus. Pada usia ini bayi sudah bisa melihat warna secara lengkap, meraih objek, dan kedua matanya sudah berkoordinasi dengan baik sehingga gerakan mata mulai terkontrol. Bayi Anda akan dapat memperoleh informasi visual dengan gerakan mata saja, sehingga gerakan kepala mengikuti benda sudah berkurang.

Pada 8-12 bulan bayi Anda akan menggunakan kedua mata bersama-sama untuk menilai jarak dan mengembangkan persepsi kedalaman.

Seiring pertumbuhan anak di usia 1 – 3 tahun, koordinasi tangan-mata akan meningkat dan anak mulai lebih memahami lingkungannya. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengeksplorasi lingkungan mereka.
 

Masalah kesehatan mata anak

Ada berbagai masalah mata yang bisa menimpa anak pada tiap tahap pertumbuhannya. Kelainan mata pada usia di bawah satu tahun umumnya bersifat bawaan/kongenital.

Retinopathy of prematurity (ROP) yaitu kondisi di mana retina belum sempurna perkembangannya dan hanya sebagian yang terliputi pembuluh darah sehingga mudah rusak dan terlepas, menyebabkan kebutaan. Kondisi ini lebih umum pada bayi yang lahir prematur.
Infeksi konjungtivitis gonore pada bayi yang lahir melalui vagina ibu yang terkena gonore.
Katarak infantil yaitu kekeruhan di mata bayi yang baru lahir.
Glaukoma kongenital yaitu kondisi bawaan di mana saluran drainase mata tidak terbentuk dengan benar sebelum lahir.
 

Kelainan pada usia yang lebih lanjut disebabkan oleh gangguan perkembangan atau penyakit. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan mata yang dapat menimpa anak:

Ambliopia (mata malas) adalah cacat kurangnya ketajaman visual yang tidak dapat sepenuhnya dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Dua penyebab umum ambliopia adalah persilangan mata dan perbedaan bias refraksi di antara kedua mata. Jika tidak diobati, ambliopia dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena. Ambliopia harus dikoreksi pada usia pra-sekolah.

Strabismus (mata juling) adalah cacat visual di mana dua titik mata mengarah ke fokus yang berbeda. Salah satu mata bisa mengarah ke kanan, ke kiri, ke atas, atau ke bawah, sedangkan mata lainnya tertuju ke arah yang lain. Strabismus menyebabkan hilangnya persepsi kedalaman stereoskopik. Dengan deteksi dini, strabismus dapat dikoreksi dengan menutup mata yang berfokus benar sehingga memaksa mata yang tidak sinkron untuk bekerja. Operasi atau kacamata khusus juga dapat membantu penyelarasan mata.

Kelainan refraksi sehingga lensa mata tidak membiaskan atau memantulkan cahaya dengan benar, sehingga gambar tampak kabur. Rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma/silindris adalah kesalahan refraksi yang paling umum.

Retinoblastoma adalah tumor ganas yang biasanya muncul dalam 3 tahun pertama kehidupan. Mata yang terkena mungkin kehilangan visual dan putih di pupilnya.
Tanda-tanda kelainan mata

Jarang menggerakkan mata, tidak menutup mata ketika di sinar matahari cerah, atau kurangnya respon yang konsisten terhadap wajah ibu adalah tanda bayi memiliki masalah penglihatan di kedua mata. Keterlambatan tahapan penglihatan, keluhan mata, mata berair, suka menyipitkan/ mengedipkan mata atau mengerutkan alis, dan mata juling adalah tanda umum lainnya. Pemeriksaan oleh seorang ahli mata yang terlatih sangat dianjurkan jika tanda-tanda ini hadir. Terutama, waspadailah keterlambatan perkembangan berikut pada anak Anda:

Pada minggu pertama setelah kelahiran, bayi tidak mengarahkan pandangan ke arah cahaya atau sebaliknya, justru menghindari cahaya.

Pada usia satu sampai dua bulan belum menatap wajah ibunya.
Pada usia tiga sampai empat bulan tidak melihat tangannya. Dia tidak tersenyum pada wajah-wajah yang akrab.

Pada usia enam bulan tidak menangkap objek untuk dibawa ke mulutnya. Dia tampaknya tidak membedakan wajah-wajah akrab dengan orang asing.

Pada usia sembilan bulan tidak bereaksi terhadap gerakan tiba-tiba. Dia tidak mencari benda yang menghilang dari pandangannya. 
 

Pada anak-anak usia sekolah, tanda-tanda berikut dapat hadir:

Ketidakmampuan melihat objek dari jauh.
Ketidakmampuan membaca papan tulis.
Sering menyipitkan mata.
Kesulitan membaca.
Duduk terlalu dekat dengan TV.
Bagaimana menguji penglihatan anak Anda?

Cobalah meletakkan sebuah objek menarik di depan salah satu matanya dan mengamati bagaimana anak bayi Anda bereaksi terhadap objek itu. Objek tersebut bisa wajah Anda atau mainan kecil, misalnya boneka berwarna cerah. Reaksinya akan menunjukkan keberadaan dan kualitas penglihatan pada mata yang diuji. Dalam hal ini sebaiknya Anda tidak menggunakan objek yang berbunyi, misalnya lonceng kecil, karena akan sulit menentukan apakah bayi melihat atau mendengar lonceng.
Setelah balita mulai berbicara, dia dapat diajak berpartisipasi dalam proses pengujian. Gambar-gambar atau benda akrab, seperti mainan, boneka, dan lainnya dapat digunakan untuk menguji. Anak diminta mengidentifikasi objek yang ditunjukkan. Setiap mata harus diuji secara terpisah, dengan mata lain tertutup, karena itulah cara terbaik untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam kemampuan penglihatan.

Sebagai orang tua kita harus peka saat anak menunjukan gejala adanya masalah pada penglihatan matanya dan periksakan segera ke dokter ahli mata untuk mengetahui dan menangani masalah pada mata anak. Sebagai kunci utama keberhasilan dalam penyembuhan mata adalah deteksi dini.
 

Minggu, 11 Desember 2011

Makanan Untuk Kesehatan Mata Manusia


Untuk menjaga mata Anda dalam keadaan prima, ikutilah banyak panduan yang disarankan dengan menjaga kesehatan jantung seperti menjaga tekanan darah dan mengontrol kolesterol, mengurangi lemak jenuh dari diet, mengontrol berat badan, dan meningkatkan asupan antioksidan Anda. Mulailah sekarang dengan mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin dan nutrisi untuk mengurangi resiko penyakit mata, meningkatkan penglihatan, dan menjaga kesehatan mata yang baik.

Buah Beri

Di antara beberapa sumber antioksidan yang terbaik, buah beri memainkan peranan penting dalam mengurangi resiko kanker, penyakit jantung dan Alzheimer. Studi juga menunjukkan antioksidan yang terkandung di dalam berri mengurangi resiko degenerasi makula, katarak, dan penyakit mata. Pilihlah strawberi dan bluberi segar atau raspberi untuk cemilan manis, makanan penutup sederhana, atau tambahan salad.

Wortel

Mungkin makanan yang paling terkenal untuk kesehatan mata adalah wortel karena melawan penyakit dengan vitamin A. Vitamin A membantu mencegah rabun ayam dan sangat penting bagi kesehatan retina. Wortel juga mengurangi resiko katarak dan degenerasi makula. Seperti wortel, makanan berwarna kekuningan lainnya seperti ubi jalar, mangga, melon dan aprikot menyediakan dosis yang sehat dari vitamin A.

Daging Sapi Tanpa lemak

Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber yang sangat baik dari mineral seng yang membantu tubuh menyerap antioksidan dan melawan penyakit. Penelitian telah menemukan hubungan antara asupan seng dan kesehatan mata, terutama kesehatan retina. Pilihlah dagin tanpa lemak untuk mengurangi lemak jenuh dari diet Anda. Tingkatkan seng dalam diet Anda dengan memilih keju, yogurt, daging babi, kalkun, dan sereal.

Ikan Salmon

Asam lemak omega-3 seperti yang ditemukan dalam lemak ikan memainkan peranan penting bagi kesehatan retina dan membantu mengurangi resiko degenerasi makula. Untuk mencapai tujuan ini paling tidak Anda harus mengkonsumsi dua porsi ikan dalam seminggu seperti salmon, trout, mackerel, sarden, atau herring. Salmon liar juga merupakan sumber yang kaya akan niasin, yang dapat mengurangi resiko katarak.

Kacang Almond

Antioksidan lain yang juga penting bagi perawatan mata adalah vitamin E dari kacang-kacangan, mangga, brokoli dan minyak sehat seperti bibit gandum, safflower, jagung dan kedelai. Vitamin E telah ditemukan untuk mencegah dan menunda pertumbuhan katarak. Jadikan almond sebagai cemilan atau masaklah sayur Anda dengan menggunakan minyak sehat untuk mendapatkan mata yang sehat.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost